BANDUNG – Semangat pelestarian lingkungan kembali diwujudkan oleh mahasiswa pecinta alam se-Bandung Raya melalui program “Restoring the Forest Vol. 1.0”. Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Desember 2024 ini menjadi gerakan bersama untuk memulihkan kawasan hutan yang mengalami kerusakan melalui penanaman 16.000 pohon di delapan titik kawasan Bandung Raya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan dan talkshow bertajuk “Pemuda Peduli Lingkungan: Aksi Nyata untuk Masa Depan” yang diselenggarakan di Perum Perhutani Regional Jawa Barat & Banten. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pegiat lingkungan, termasuk Wa Bongkeng dan Abah Arief Gumelar, yang berbagi wawasan mengenai pentingnya pengetahuan dan kesiapan dalam berkegiatan di alam terbuka.
Pada hari berikutnya, ratusan peserta bergerak menuju delapan lokasi penanaman, meliputi kawasan Lembang, TWA Tangkuban Perahu, TWA Pangradinan, Lahan Carik Gunung Geulis, Bantaran Baru Bojongsari, Kecamatan Pacet, Leuwi Gajah, dan Cibeber, Cimahi. Sekitar 500 peserta dari berbagai organisasi pecinta alam, komunitas lingkungan, mahasiswa, pemuda, serta masyarakat sekitar terlibat dalam aksi tersebut.
Mapala Gemarawana Telkom University turut mengambil peran dalam keberlangsungan kegiatan. Tiga anggotanya dipercaya mengisi posisi strategis dalam kepanitiaan, yaitu Anggota Tim Kesehatan, Koordinator Sektor Bandung Selatan, dan Anggota Tim Logistik. Ketiga peran tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sebagai bagian dari tim kesehatan, anggota Gemarawana bertugas memastikan kesiapan penanganan kesehatan peserta selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, peran sebagai koordinator lapangan berfokus pada pengaturan pergerakan peserta serta koordinasi teknis di lokasi penanaman. Adapun anggota tim logistik bertanggung jawab mendukung ketersediaan kebutuhan operasional agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Keterlibatan Gemarawana bersama organisasi pecinta alam lainnya menunjukkan bahwa gerakan konservasi tidak hanya membutuhkan aksi penanaman, tetapi juga kolaborasi, koordinasi, dan kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
Restoring the Forest Vol. 1.0 sendiri tidak berhenti pada kegiatan seremonial penanaman pohon. Program ini turut membawa pesan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko erosi, serta meningkatkan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Bibit yang telah ditanam juga direncanakan untuk dipantau dan dirawat melalui agenda pemeliharaan atau panglayadan.
Melalui kolaborasi lintas organisasi dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun gerakan restorasi hutan yang berkelanjutan di Bandung Raya. Bagi Gemarawana, keterlibatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian dan kontribusi mahasiswa pecinta alam dalam menjaga lingkungan melalui aksi langsung di lapangan.



